Doa masuk kamar mandi dianjurkan diamalkan tiap Muslim agar terhindar dari godaan setan. Sebab, kamar mandi merupakan tempat kotor dan paling disukai setan

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa iblis ingin memiliki tempat tinggal, seperti Adam As yang tinggal di bumi.  “Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis.

Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban).’’ (HR Bukhari). Karena itu, sebelum masuk ke kamar mandi atau toilet untuk buang air kecil maupun air besar, Muslim dianjurkan untuk membaca doa.

Berdoa sebelum masuk dan keluar kamar mandi bertujuan agar kita terhindar dari godaan setan, baik setan laki-laki maupun setan perempuan.

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi

– Doa Masuk Kamar Mandi

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Alloohumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khobaaitsi

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan dan kotoran”.

doa masuk kamar mandi

– Doa Keluar Kamar Mandi

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي

Alhamdulillahil ladzi adzhaba ‘annil adzaa wa ‘aafaanii

Artinya:

“Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menetapkan sesuatu yang bermanfaat bagiku.”

Adab Masuk dan Keluar Kamar Mandi Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Berikut bacaan doa masuk kamar mandi sesuai sunah Rasulullah SAW:

Selain membaca doa masuk kamar mandi, Muslim juga perlu memerhatikan adab-adab masuk ke kamar mandi atau toilet.

Berikut adab-adab yang perlu dilakukan dikutip dari pecihitam.org:

  • Jika masuk ke kamar mandi hendaklah membaca بِسْمِ اللهِ  agar ketika didalam kamar mandi terhindar dari gangguan jin
  • Masuk Dahulukan Kaki Kiri. Dalam aturan syariat Islam, ada aturan baku bahwa setiap perkara yang baik dan mulia maka umat muslim dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan baik itu tangan maupun kaki atau perkara lainnya.

    Seperti membawa Alquran, makan, masuk rumah, masuk masjid dll. Sedangkan apabila perkara itu hal yang sebaliknya atau perkara yang kurang baik, maka dianjurkan mendahulukan yang kiri, di antaranya ketika hendak masuk kamar mandi atau WC.

    Hal itu dikarenakan kamar mandi atau WC biasanya difungsikan untuk hal-hal yang kotor, maka dianjurkan mendahulukan kaki kiri ketika memasukinya.
  • Membaca Basmalah dan Doa Ketika Masuk Kamar Mandi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam at Tizmidzi dari sayyidina Ali, disebutkan bahwa membaca basmalah ketika masuk kamar mandi dapat mencegah dari pandangan jin.

    Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda;

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

Artinya;

“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan “bismillah”.

  • Tidak Membawa Benda yang Berisi Nama Allah atau Kalimat Alquran. Asma Allah dan Alquran tidak boleh dibawa ke kamar mandi atau WC, sebab sebagai umat Islam kita diperintahkan untuk mengagungkan dan menjaga nama Allah maupun Alquran untuk tidak dibawa ke tempat yang kotor dan tidak semestinya.

    Nabi Muhammad Saw ketika hendak masuk kamar mandi meletakkan cincin yang bertuliskan ‘Muhammad Rasulullah’, hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Abu Daud dari Anas bin Malik, dia berkata;

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ

Artinya:

“Nabi Saw ketika memasuki kamar mandi, beliau meletakkan cincinnya.”

  • Ketika di dalam kamar mandi, tidak diperbolehkan untuk berbicara atau bernyanyi
  • Ketika di dalam kamar mandi, dilarang membaca atau membawa ayat-ayat Al-Qur’an dalam bentuk apapun
  • Saat sedang membuang hajat seperti buang air besar atai air kecil, tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat, akan tetapi dengan arah menyamping.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat”. (HR. Al-Bukhari).

Namun jika menyamping tidak bisa, maka arahkan selain arah ke kiblat

  • Diperlukan kehati-hatian dengan najis, ketika selesai membuang air besar atau kecil, siram atau aliri sampai benar-benar bersih
Baca Juga : 
Bacaan Doa Qunut Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap (Arab + Latin)
  • Tidak boleh mengucapkan atau menjawab salam dari dalam kamar mandi 10. Diharapkan untuk menutup kamar mandi agar tidak terlihat oleh orang lain
  • Tidak diperbolehkan membaca sholawat Beberapa ulama melarang untuk melafalkan pujian atau lantunan shalawat saat dikamar mandi. Hal ini dikarenakan tidak sopan mengingat kamar mandi merupakan tempat yang najis.
  • Keluar Dahulukan Kaki Kanan. Jika masuk kekamar mandi di di anjurkan dengan kaki kiri, sedangkan keluar dengan kaki kanan. Sebab keluar dari kamar mandi atau WC sama saja berpindah dari tempat yang kotor ke tempat yang bersih. Sehinnga dianjurkan untuk kita mendahulukan kaki kanan ketika keluar.
  • Membaca Doa ketika Keluar Kamar Mandi. Selain membaca doa masuk, dan disunnahkan pula membaca doa ketika keluar dari kamar mandi. Dalam kitab Bidaytul Hidayah Imam al Ghazali menganjurkan kita membaca doa berikut ketika keluar kamar mandi.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي

Alhamdulillahil ladzi adzhaba ‘annil adzaa wa ‘aafaanii

Artinya:

“Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menetapkan sesuatu yang bermanfaat bagiku.”

Muslim juga perlu memastikan diri sudah suci atau bersih setelah buang hajat kecil maupun besar agar terhindar dari siksa kubur.

وعن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليهوسلم : «استنزهوا من البول, فإن عامة عذاب القبر منه».حديث صحيح. رواه الدارقطني (١٢٨/ ٧)، وله ما يشهد له.

Artinya: “Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Berusahalah kalian menjaga kebersihan dari kencing. Karena sesungguhnya mayoritas azab kubur adalah karenanya’.” (Hadits shahih riwayat al Daruquthny, memiliki syahid).

Wallahu A’lam

Write A Comment