12 Ayat Al-Quran dan Hadits Tentang Pernikahan

Portalislam.id – Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pernikahan dalam Islam merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak kebaikan. Oleh karena itu, dalam sharing kali ini kita akan membahas secara mendalam tentang beberapa Ayat Al-Quran dan hadits tentang pernikahan.

Semoga dengan adanya pembahasan ini bisa memberikan panduan yang jelas bagi umat Muslim tentang pentingnya pernikahan dan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan berumah tangga.

Perlu kita ketahui, bahwa pernikahan itu bukan hanya tentang menyatukan dua insan dalam ikatan cinta, tetapi juga merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan perintah Allah SWT. Dalam Al-Quran dan hadits, banyak sekali disebutkan tentang pentingnya pernikahan, tata cara, serta nilai-nilai yang harus dijaga oleh suami dan istri.

Ayat Al-Quran dan Hadits Tentang Pernikahan

Berikut ini daftar ayat dan hadits tentang pernikahan serta fitrah manusia untuk memiliki pasangan, yang meliputi lafadz, tulisan latin, dan artinya:

1. QS. Ar. Ruum (30):21

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

Artinya:Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar. Ruum (30):21)

2. QS. Adz Dzariyaat (51):49

وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la’allakum tażakkarụn

Artinya: Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51):49)

3. QS. Yaa Siin (36):36

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya’lamụn

Artinya: Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.“(QS. Yaa Siin (36):36)

4. QS. An Nahl (16): 72

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةًۭ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

wallāhu ja’ala lakum min anfusikum azwājaw wa ja’ala lakum min azwājikum banīna wa ḥafadataw wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāt, a fa bil-bāṭili yu`minụna wa bini’matillāhi hum yakfurụn

Artinya: Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (QS. An Nahl (16): 72)

5. QS. An Nisaa (4):1

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا

yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna ‘alaikum raqībā

Artinya: Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.” (QS. An Nisaa (4):1)

6. QS An-Nuur (24):26

ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

al-khabīṡātu lil-khabīṡīna wal-khabīṡụna lil-khabīṡāt, waṭ-ṭayyibātu liṭ-ṭayyibīna waṭ-ṭayyibụna liṭ-ṭayyibāt, ulā`ika mubarra`ụna mimmā yaqụlụn, lahum magfiratuw wa rizqung karīm

Artinya:Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang melimpah (yaitu Surga).” (QS. An Nuur (24):26)

7. QS An Nuur (24):32

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

wa angkiḥul-ayāmā mingkum waṣ-ṣāliḥīna min ‘ibādikum wa imā`ikum, iy yakụnụ fuqarā`a yugnihimullāhu min faḍlih, wallāhu wāsi’un ‘alīm

Artinya:Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24):32)

8. QS Al Hujuraat (49):13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā`ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr

Artinya:Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al Hujuraat (49):13)

9. QS. Fathir (35):11

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

wallāhu khalaqakum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma ja’alakum azwājā, wa mā taḥmilu min unṡā wa lā taḍa’u illā bi’ilmih, wa mā yu’ammaru mim mu’ammariw wa lā yungqaṣu min ‘umurihī illā fī kitāb, inna żālika ‘alallāhi yasīr

Artinya: Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (QS. Fathir (35):11)

10. QS. Asy Syuro (42):11

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

fāṭirus-samāwāti wal-arḍ, ja’ala lakum min anfusikum azwājaw wa minal-an’āmi azwājā, yażra`ukum fīh, laisa kamiṡlihī syaī`, wa huwas-samī’ul-baṣīr

Artinya:(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Asy Syuro (42):11).

11. QS. Al Qiyamah

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ

Fa ja‘ala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.

Artinya: “Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.” (QS. Al Qiyamah (75):39)

12. QS. An-Nisa (4):21

وَكَيْفَ تَأْخُذُوْنَهٗ وَقَدْ اَفْضٰى بَعْضُكُمْ اِلٰى بَعْضٍ وَّاَخَذْنَ مِنْكُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا

Wa kaifa ta’khużūnahū wa qad afḍā ba‘ḍukum ilā ba‘ḍiw wa akhażna minkum mīṡāqan galīẓā(n).

Artinya: Bagaimana kamu akan mengambilnya (kembali), padahal kamu telah menggauli satu sama lain (sebagai suami istri) dan mereka pun (istri-istrimu) telah membuat perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) denganmu?” (QS. An-Nisa (4):21)

13. HR Ibnu Majah

“Nikah adalah sunahku (tuntunanku). Maka barang siapa yang tidak suka dengan sunahku (itu) bukanlah dia dari golonganku,” (HR. Ibnu Majah).

14. HR Ibnu Majah

“Siapa yang ingin bertemu Allah dalam keadaan suci dan disucikan, maka menikahlah dengan perempuan-perempuan merdeka.” (HR. Ibnu Majah).

15. HR. Ad-Dailani

Diriwayatkan Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Carilah rezeki dengan menikah.” (HR. Ad-Dailami).

16. HR. Abu Ya’la

“Siapa yang menikah maka sungguh ia telah diberi setengahnya ibadah.” (HR. Abu Ya’la).

17. HR. Bukhari dan Muslim

“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :

Nilai-nilai Pernikahan dalam Islam

Dalam Islam, pernikahan dibangun di atas beberapa nilai fundamental yang harus dijaga oleh suami dan istri, antara lain:

  • Kejujuran dan Kepercayaan: Kejujuran dalam hubungan suami istri sangat penting untuk membangun kepercayaan satu sama lain.
  • Kesetiaan: Kesetiaan kepada pasangan adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.
  • Tanggung Jawab: Setiap pasangan memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
  • Kasih Sayang dan Penghormatan: Memberikan kasih sayang dan penghormatan adalah kunci dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kesimpulan

Pernikahan dalam Islam tidak hanya sekedar ikatan formal antara dua individu, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki banyak kebaikan dan keberkahan. Melalui beberapa Ayat Al-Quran dan hadits tentang pernikahan ini, kita dapat memahami betapa pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan terkait pernikahan:

✅ Apa tujuan utama pernikahan dalam Islam?

Tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah untuk memenuhi fitrah manusia, menjaga kehormatan, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

✅ Apa saja nilai-nilai yang harus dijaga dalam pernikahan?

Nilai-nilai yang harus dijaga antara lain kejujuran, kepercayaan, kesetiaan, tanggung jawab, kasih sayang, dan penghormatan.

✅ Bagaimana pandangan Islam terhadap pernikahan?

Islam memandang pernikahan sebagai sunnah Nabi dan perintah Allah yang sangat dianjurkan untuk menjaga kehormatan dan mempererat hubungan manusia dalam kebersamaan dan kasih sayang.

Semoga artikel mengenai Ayat Al-Quran dan Hadits Tentang Pernikahan yang kita bahas ini, bisa bermanfaat untuk sahabat muslimin/muslimat dimanapun anda berada.

Dengan memahami dan menerapkan ajaran Islam tentang pernikahan, diharapkan setiap pasangan dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh berkah dan kebahagiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Dalil & Hadits Tentang Orang Munafik: Ciri, Dalil Arab, & Artinya

Dalil & Hadits Tentang Orang Munafik: Ciri, Dalil Arab, & Artinya

10 Dalil & Hadits Tentang Rezeki Tidak Akan Tertukar

10 Dalil & Hadits Tentang Rezeki Tidak Akan Tertukar

3 Hadits Tentang Anak Yatim: Keutamaan dan Janji Surga

3 Hadits Tentang Anak Yatim: Keutamaan dan Janji Surga

5 Hadits Tentang Palestina di Akhir Zaman dan Maknanya

5 Hadits Tentang Palestina di Akhir Zaman dan Maknanya

10 Hadits Tentang Menuntut Ilmu: Keutamaan dan Dalilnya

10 Hadits Tentang Menuntut Ilmu: Keutamaan dan Dalilnya

7 Hadits Tentang Ramadhan: Makna, Keutamaan, dan Dalilnya

7 Hadits Tentang Ramadhan: Makna, Keutamaan, dan Dalilnya