Membaca sholawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang Muslim, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada sholawat “Thibbil Qulub”, ada sholawat “Tunjina” (Munjiyat), dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.

Lirik Sholawat Nariyah Lengkap Bahasa Arab + Latin

Berikut ini adalah bacaan atau lirik sholawat nariyah Bahasa Arab lengkap:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Lirik sholawat Nariyah Latin :

Alloohumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa ‘alaa aalihii wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’luumin laka

Artinya :

“Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau”.

Keutamaan Sholawat Nariyah

Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca sholawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa membaca sholawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya”.

Makanya, bagi orang-orang Muslim, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan sholawat dengan segala ragamnya.

Salah satu sholawat yang sangat populer ialah “sholawat badar”. Hampir setiap Muslim, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa melantunkan sholawat Badar.

Sholawat Nariyah ini biasanya sering dibacakan disaat menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan sholawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Baca Juga : Dalil Al-Quran & Hadits Tentang Menuntut Ilmu dan Mengamalkannya

Dalam Kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan:

“Salah satu sholawat yang mustajab ialah Sholawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Sholawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca sholawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

Sholawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan Imam Dainuri memberikan komentarnya:

“Siapa membaca sholawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan:

Rasulullah SAW bersabda:

Siapa membaca sholawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): “Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah sholawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.

Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan sholawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan sholawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda:

“Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah”.

Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Sholawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma’ az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda:

Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

KH Munawir Abdul Fattah (Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta)

Sumber : www.islam.nu.or.id

Write A Comment