Ini Dia, 7 Hadits Tentang Silaturahmi Beserta Keutamaannya

Hadits Tentang Silaturahmi

Hadits Tentang Silaturahmi Beserta Keutamaannya – Menjalin silaturahmi adalah merupakan suatu hal yang biasa dilakukan oleh umat Islam pada lingkungan terdekatnya. Berbakti kepada kedua orang tua serta menjalin hubungan baik dengan saudara dan kerabat menjadi sebuah kewajiban, yang dilakukan muslim tanpa banyak tanya atau mengeluh.

Namun ada saatnya silaturahmi menjadi hal yang sulit dilakukan karena berbagai sebab atau alasan. Misal nya saja karena ada perbedaan pendapat yang berdampak serius, kompetisi antar keluarga, atau salah pengertian lainnya. Dan Akibatnya silaturahmi akhirnya menjadi sekadar formalitas yang dilakukan saat momen tertentu saja.

Sebagian orang terkadang bertanya :

  • Kenapa kita harus bersilaturahmi?
  • Adakah hadits yang menjelaskan tentang pentingnya silaturhami?
  • Apa saja manfaat dari silaturahmi, dll

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, akhirnya kita putuskan untuk membuat artikel ini dengan harapan bisa memberikan jawaban terhadap semua pertanyaan diatas.

Kumpulan Hadits Tentang Silaturahmi

Berikut ini adalah beberapa hadits tentang silaturahmi yang kita harus ketahui :

1. Hadits perintah silaturahmi
Hadits perintah silaturahmi tercantum dalam hadist yang diceritakan Abu Aiyub Al-Ansari

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ

Artinya: “Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orangtua dan saudara.” (HR Bukhari).

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW juga menejelaskan yang dimaksud silaturahmi

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Artinya: “Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (relatives) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya.” (Hr Bukhari).

2. Hadits ancaman pada yang memutus silaturahmi
Mereka yang memutuskan tali silaturahmi terancam dosa dan akan mendapatkan balasannya dari Allah SWT

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia -bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat- daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi.” (HR Abu Daud).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW mengingatkan ancaman Allah SWT yang akan memutuskan hubungan dengan hamba yang tidak mempertahankan silaturahmi

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ أَنَا الرَّحْمَنُ، وَأَنَا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنَ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ

Artinya: Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman. “Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari namaKu. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, maka mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi.” (Disebut dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad).

3. Hadits keuntungan bagi yang mempertahankan silaturahmi

Dalam hadits yang diceritakan Abu Huraira, Rasulullah SAW mengatakan Allah SWT akan bersama orang yang mempertahankan silaturahmi

عَنْ أَبِي، هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً، قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَىَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَىَّ ‏.‏ فَقَالَ ‏ “‏ لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

Artinya: Abu Huraira melaporkan seseorang berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi maka mereka berusaha memutuskannya. Dan jika saya berbuat baik pada mereka, maka mereka balik berbuat jelek kepadaku dan bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka.” Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Jika seperti yang dikatakan, maka engkau melempar debu panas ke wajah mereka dan tetap di sana atas kehendak Allah SWT. Allah SWT (serta malaikat yang selalu membantu) akan membuatnya terus menang atas mereka selama kamu mengikuti jalan yang baik ini.” (HR Muslim).

Di hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan Allah SWT menjamin kemakmuran (wealth) mereka yang menjalin silaturahmi

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Siapa saja yang senang diberi lebih banyak kemakmuran (wealth) dan umur panjang, maka dia harus menjalin hubungan baik dengan orangtua dan saudaranya.” (HR Bukhari).

4. Hadits tentang Silaturahmi dan Ancaman Siksaan

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

Artinya: “Tidak ada dosa yang Allah SWT lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

5. Hadits tentang Silaturahmi dan Kezaliman

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

Artinya: “Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu.” (HR Ahmad)

6. Hadits tentang Silaturahmi dan Sedekah

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

Artinya: “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah, dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

7. Hadits tentang Silaturahmi dan Ancaman Meninggalkannya

وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّه صلى الله عليه و سلم : “لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ” يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya : Dari Jubair bin Muth‘im ra ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (Muttafaqun ‘alaih)

Itulah beberapa hadits tentang silaturahmi yang kita sebagai umat muslim sudah seharusnya untuk mengetahuinya. Semoga artikel yg portal islam share ini bisa bermanfaat untuk semuanya ya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *